Permen tentang Bank Tanah Lahir Tahun Depan

2016-11-23 07:30:23
Permen tentang Bank Tanah Lahir Tahun Depan

Jakarta,  - Kementerian ATR/BPN sedang mempelajari konsep bank tanah dan akan dikeluarkan Peraturan Menteri mengenai hal tersebut pada tahun 2017. Rencana itu  disampaikan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Budi Situmorang.

Rencana pemerintah itu disambut baik oleh Indonesia Property Watch (IPW) yang sejal lama menyuarakan hal ini. Lebih-lebih setelah  muncul kekhawatiran pertumbuhan nilai lahan yang tidak terkontrol yang akan memberikan dampak kesenjangan sosial. Bank tanah menjadi salah satu instrumen untuk mengendalikan harga tanah 

Pengamat properti dari IPW, Ali Tranghanda mengatakan konsep bank tanah ini sebenarnya telah ada saat Orde Baru dengan istilah kavling siap bangun (Kasiba) atau lingkungan siap bangun (Lisiba) namun dalam implementasinya hampir dapat dikatakan tidak berlanjut.

"Dengan adanya bank tanah maka pemerintah dapat melakukan kontrol harga tanah antara lain dengan ‘membekukan’ nilai lahan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sederhana agar harga tanahnya tidak selalu naik sehingga tidak bisa lagi dijual dengan harga murah,”ujarnya.

Lanjut dia, bank tanah tidak harus selalu harus dibeli oleh pemerintah, kesiapan dan disiplin penataan tata ruang dapat dijadikan awal agar ketersediaan lahan untuk penyediaan rumah sederhana dapat diatur dengan baik.

Meskipun menyambut baik kinerja Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat pelaksanaan bank tanah, Indonesia Property Watch mengusulkan payung hukum untuk bank tanah ini sebaiknya di atas Peraturan Menteri sehingga dorongan untuk pemenuhan bank tanah semakin kuat.

"Namun demikian kami mengharapkan paling tidak ini akan menjadi awal untuk konsep bank tanah yang lebih besar yang pada akhirnya ketersediaan rumah bagi masyarakat dapat terpenuhi," harapnya.

 

Sumber : GATRANews

KOMENTAR