Ada Dua Skema Penyelesaian Sengketa Tanah

2016-09-23 09:56:21
Ada Dua Skema Penyelesaian Sengketa Tanah

Jakarta - Banyaknya kasus sengketa tanah yang terjadi di Indonesia mengharuskan para pelaku usaha, khususnya di kalangan korporasi untuk lebih jauh memahami prosedur standar pengamanan aset (tanah). Berbagai macam yang menjadi penyebab dalam kasus sengketa, antara lain status tanah, masalah kepemilikan ganda, hingga bukti-bukti perolehan yang tidak jelas dan sebagainya.

  

Direktur Grahamandiri Manajemen Terpadu (GMT) Institute, Frumentius Da Gomez menilai, sengketa tanah merupakan kondisi yang dilematis dan seringkali sulit untuk diselesaikan karena terdapat kepentingan pihak-pihak tertentu di dalamnya.

Menurutnya, kasus pertanahan merupakan benturan kepentingan bisa terjadi diantara bidang, obyek pertanahan antara satu pihak dengan pihak lainnya baik secara individu maupun korporasi, lembaga atau perusahaan bahkan dengan pemerintah.

Ia pun menambahkan, setidaknya ada dua skema dalam upaya penyelesaian sengketa tanah, yaitu litigasi (pengadilan) dan non-litigasi (non pengadilan atau jalur mediasi). Kedua skema ini, memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung kepada karakterisktik kasus sengketa yang terjadi serta pemahaman dan keyakinan para pihak yang bersengketa. 

“Penyelesaiannya bisa menyesuaikan kondisinya seperti apa, memang diperlukan pemahaman tersendiri terkait cara-cara penyelesaian sengketa yang murah, cepat, tepat dan efektif secara memadai bagi para pemangku tanggung jawab yang terlibat dalam pengamanan aset (tanah),” tuturnya dari rilis yang diterima GATRAnews, Rabu (21/9).

Sumber : Gatra.com

 

KOMENTAR