Pembangunan Infrastruktur Gencar, SDM Konstruksi Handal Perlu Dipersiapkan

2016-09-21 03:56:56
Pembangunan Infrastruktur Gencar, SDM Konstruksi Handal Perlu Dipersiapkan

Jakarta, – Seiring perkembangan konstruksi di Indonesia, peran pengelola proyek dinilai sangat penting dalam proses pembangunan sebuah konstruksi yang efisien dan tepat waktu. Salah satu pihak penentu dalam hal ini adalah seorang Quantity Surveyor (QS).

 

Direktur Program GMT Institute, Eko Tjahjowati memastikan bahwa profesi QS di saat mendatang sangat prospektif. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dimana infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pembangunan dengan alokasi dana yang besar pada periode 2015-2019. Di sisi lain, kondisi perkembangan di dunia konstruksi yang pesat dinilai masih belum diimbangi dengan ketersediaan SDM di bidang QS yang memadai secara profesional.

 

“Kita harapkan gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa diimbangi pula dengan banyaknya SDM konstruksi yang berkualitas,” ujar Eko di sela-sela Junior Quantity Surveyor Course yang digelar di Jakarta hari ini, (16/9/).

 

Dia menjelaskan, Quantity Surveyor memiliki peran besar dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan akhir dari pembangunan sebuah proyek, dengan kata lain dari awal perencanaan hingga akhir sebuah proyek peran QS selalu ada. “Ruang lingkup pekerjaan QS itu lebih dari sekedar menganalisa, menghitung volume dan biaya proyek. Ia juga menyiapkan dokumen tender & kontrak serta memberikan masukan kepada pemilik proyek mengenai pemilihan konsultan dan kontraktor, NSC ataupun supplier,” Eko menerangkan

 

Menurut Eko, kesuksesan seorang QS terletak pada akuntabilitas siklus proyek dan dapat memberikan anggaran biaya yang sesuai dengan rencana dan kondisi lapangan. Eko memaparkan, selain memiliki keahlian dalam perhitungan volume, QS juga harus memiliki kemampuan dalam menilai kualitas pekerjaan konstruksi, administrasi kontrak, aspek kontrak, penilaian akhir konstruksi. Dengan demikian biaya suatu pekerjaan dapat dijabarkan dan dijalankan dengan terencana dan terkendali.

 

“Untuk menjalankan peran dan fungsi yang ada itu memang diperlukan suatu pemahaman keterampilan dan integritas tentunya, karena ruang lingkup QS itu meliputi pengerjaan aspek kontraktual pekerjaan konstruksi, pengendalian SDM hingga biaya. Ke depan, kita harapkan dengan berkembangnya konstruksi di Indonesia, ketersediaan dan kualitas SDMnya bisa terus meningkat,” ucap Eko.

Sumber : Gatra.com

KOMENTAR

GMT INSTITUTE TRAINING SCHEDULE

ARTICLE UPDATE