
11/01/2012CEO Messages “CEO Messages”MAKE LEADERSHIP BETTER:MENJADIKAN PEMIMPIN YANG BERPRIBADI BAIK & BERPIKIR BESARSetiap Property Manager adalah pemimpin. Menjadi seorang pemimpin haruslah dimulai dalam diri masing-masing pribadi GMT. Pada kesempatan ini, dalam perjumpaan setahun sekali “Annual Meeting GMT”, perlu kiranya saya sampaikan beberapa catatan tentang kepemimpinan yang dirangkumkan oleh rekan saya dari beberapa literature. Saya yakin bahwa setiap pribadi-pribadi GMT memiliki panggilan untuk berjiwa kepemimpinan.Kepemimpinan adalah sebuah gagasan. Kepemimpinan besar adalah sebuah gagasan besar. Gagasan besar memerlukan gagasan-gagasan kecil yang membentuk kebesarannya. Dari sedemikian banyak gagasan tentang kepemimpinan besar, kita bisa meringkasnya menjadi enam wilayah keefektifan: vision, identity, belief/value, behaviour, capability, dan environment. Robert W Dilts, pengembang Neuro-Linguistic Programming (NLP) menyebutnya sebagai Neuro-Logical Levels, dimana semua problem yang sedang dan akan terjadi bisa diukur secara keseluruhan dengan memeriksa satu per satu wilayah-wilayah tersebut. VISIONCheck-up pertama seorang pemimpin adalah daya visinya.Semua dongeng, mitos atau legenda, bahkan kisah di dalam kitab suci memiliki kesamaan garis bercerita seperti ini:Seorang bayi dihanyutkan di sungai, kemudian ditemukan oleh keluarga renta, miskin, tidak berpendidikan, tidak terampil dan jauh dari kota. Tidak ada keistimewaan mengenai anak itu sampai ia melewati masa remajanya, ketika ia kedatangan mimpi berulang atau berjumpa dengan seseorang yang tidak biasa, yang mengatakan kepadanya, “Kamu bukan anak kakek nenek ini, kamu sebenarnya adalah seorang pangeran, yang dulu sengaja dihanyutkan untuk diselamatkan dari sebuah kudeta!”Secara fisik material dan keadaan sehari-hari tidak ada yang berubah serta merta dalam kehidupan anak tersebut. Namun ada satu hal yang kemudian tumbuh dalam dirinya: Mental Seorang Pangeran, calon raja diraja! Dengan mentalitas itu ia kemudian bersikap gagah, anggun, dan berwibawa. Ia menjadi giat berlatih kuda, memanah, berenang, dan olah raga bela diri. Kata-katanya dipikirkan masak-masak, dan pergaulannya menjadi bertujuan.Seorang yang berjiwa kepemimpinan besar memiliki sikap-sikap yang tidak biasa. Ia tidak hanya sebagai pribadi yang baik, melainkan juga berpikiran besar. Masyarakat kita telah keliru mengidentifikasi, bahkan sampai kepada petuah di keluarga dan anjuran di dunia pendidikan, bahwa menjadi orang berhasil cukup menjadi orang baik saja. Padahal, baik saja bisa sangat pasif, yakni tidak melakukan yang amoral dan ilegal, tetapi sekaligus dengan demikian juga menjadi tidak efektif dan kontributif. Jika lebih baik masih mungkin, baik saja tidak cukup! Jika menjadi pemimpin yang berpribadi baik dan berjiwa besar mungkin, maka tipe lain yang kurang dari itu, menjadi suatu cacat kepemimpinan. Sebagai lebih jelasnya lihat kuadran di bawah ini: Pemimpin yang cacat adalah pemimpin yang berkepribadian rendah dan berpikiran kerdil; berkepribadian tinggi tetapi berpikiran kerdil; atau berpikiran besar tetapi berkepribadian rendah.Lalu apa yang membuat kepemimpinan menjadi besar? Yang pertama, soal integritas kepribadian yang kuat. Dan kedua, soal terobosannya yang melampaui kepemimpinan yang apa adanya, out of the box, go to extra-miles, mencapai apa yang disebut sebagai titik didih yang bisa melelehkan segala benda (rule of 212 degrees). Pemimpin yang meningkatkan dirinya terus menerus, serta menginspirasi bawahan dan lingkungannya demi mencapai visi dan misi yang terus menerus maju dan diperbarui.IDENTITYCheck-up kedua seorang pemimpin adalah identitasnya.Identitas seseorang yang kredibel pada sebuah bisnis, proyek atau usaha, terletak bukan hanya pada derajat pendidikan, sertifikat, label, pangkat atau kedudukannya, melainkan dari inti kegunaannya, produk utama dari keberadaan atau keterlibatannya. Dan identitas kepemimpinan yang besar, tentu lebih luas dari itu, yang bisa disebut sebagai PRISM: Core (P)roduct, (R)elated Product, (I)nformation, (S)ervices and (M)edia. Pemimpin yang besar harus menjadi wakil paling percaya diri dari produk utama bisnis, proyek atau perusahaannya. Ia secara eksplisit maupun implisit telah menjadi penghasil atau penjual dalam porsi besar dari produk utama bisnis, proyek atau perusahaannya. Baru setelah produk utamanya bisa memimpin di pasaran, ia memikirkan peluang-peluang paling relevan dari produk utama tersebut.Dalam situasi GMT, kita bisa memetakannya sebagai berikut: Jenis Produk Kepemimpinan di PasarCore Product Diisi Pak Yunn Diisi Pak YunnRelated Product Diisi Pak Yunn Diisi Pak YunnInformation Diisi Pak Yunn Diisi Pak YunnServices Diisi Pak Yunn Diisi Pak YunnMedia Diisi Pak Yunn Diisi Pak YunnBELIEF/VALUECheck-up ketiga seorang pemimpin adalah keyakinan dan nilai-nilainya.Kepemimpinan bisa juga disimpulkan sebagai ‘belief and value making’, karena sangat berhubungan dengan penciptaan keyakinan dan nilai-nilai. Kepemimpinan lebih bersifat imajinatif, karena ia berhubungan dengan bibit-bibit yang akan diwujudkan di masa depan. Jika demikian, maka seorang pemimpin adalah ‘belief and value maker’, sekaligus menjaga kelestarian kepercayaan semua bawahan kepada keyakinan dan nilai-nilai yang memberdayakan segala sumber daya menuju pada pencapaian dan perolehan yang dicita-citakan.Keyakinan dan nilai-nilai utama apa yang perlu dipegang serta diinspirasikan seorang pemimpin besar dalam penyelenggaraan bisnis, proyek serta perusahaannya? Ada tiga di garis depan: 1. Keyakinan bahwa alam semesta ini sangat ramah kepada tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan;Sebuah biji rambutan yang sangat kecil memiliki potensi menjadi pohon rambutan yang sangat besar. Semua bahan yang nantinya menjadikan biji kecil itu sebuah pohon yang besar ada dalam keluasan semesta ini. Sama persis seperti sebuah benih bisnis, proyek atau perusahaan. Pemimpin yang besar harus memiliki keyakinan dan harus menularkan keyakinannya, bahwa di alam semesta, di dalam dan di luar diri setiap orang telah ada segala hal yang bisa menjadikannya mampu mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkannya. 2. Keyakinan bahwa keberanian adalah tangga yang bisa mengangkat semua kualitas besar lain menuju keberhasilan;Semua keinginan besar akan dikalahkan oleh keberanian yang kecil. Seorang pemimpin haruslah orang yang berani, dan menginspirasikan keberanian yang diperlukan dalam mewujudkan visi dan misinya. Semua kualitas terbaik dari sumber daya terbaik hanya akan berdaya guna bila dimulai oleh keberanian mencoba dan berusaha.3. Keyakinan bahwa bantuan baik secara internal maupun eksternal berada di mana-mana dengan berlimpah;Jika selalu mengukur hanya kemampuan sendiri, semua orang akan berputus asa. Visi dan misi adalah ruang imajinatif. Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa dirinya penguasa masa depan dan ahli meloncat melampaui perubahan. Pemimpin yang besar adalah kolaborator besar, adalah orang yang pandai memanfaatkan kerjasama secara win-win.BEHAVIOURCheck-up keempat dari seorang pemimpin adalah perilakunya.Perilaku merupakan etalase bagi kepemimpinan seseorang, oleh karenanya harus memikat. Jika kita meminjam konsep memikat dari dua professor bersaudara Chip Heath dan Dan Heath, penggagas dan penulis buku ‘Made to Stick’, maka perilaku seorang pemimpin besar haruslah memenuhi syarat SUCCES yang berlipat ganda, yakni:• Simple: Mengerti apa prioritasnya, dan mampu menampilkan pesan inti dari kepemimpinannya.• Unpredictable: Menguasai sistem dan prosedur, tetapi memiliki fleksibilitas jika keadaan membutuhkan terobosan, serta mampu membangkitkan rasa ingin tahu sehingga bawahan merasa perlu menguasai sistem dan prosedur sampai kepada tingkat sebab-akibatnya.• Concrete: Terampil menyederhanakan tugas, sehingga mentalitas yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan pun bisa diindrakan secara jelas. Segala sesuatu yang bisa digambarkan secara keindraan, lebih mungkin terwujud.• Credible: Mampu menyeimbangkan kepercayaan baik yang berasal dari dalam maupun luar pribadinya, baik berupa otoritas yang dipegangnya, statistik yang relevan serta detail yang membantu kerja dan pengorganisasian. • Emotion: Mampu menempatkan setiap orang sebagai orang, bukan hanya data dan angka di dalam bisnis, proyek atau perusahaan.• Story: Pemimpin adalah ahli bercerita melalui simulasi dan inspirasi. Ia harus tampak secara seimbang menguasai ‘apa yang harus dikerjakan’ dan bisa ‘memotivasi orang untuk melakukannya’.CAPABILITYCheck-up kelima seorang pemimpin adalah kemampuan teknisnya, dan kecakapan mengalihkan kemampuan teknis lebih merata kepada bawahan-bawahannya.Pemimpin besar adalah seorang ahli dan sekaligus pencipta para ahli. Keahlian jangan terlalu diperberat sebagai sesuatu yang besar dan membutuhkan waktu yang lama guna penguasaannya. Seorang pemimpin adalah pengalih daya yang peka terhadap tingkat pembelajaran atau penguasaan teknis orang-orang di sekitar dan bawahannya. Secara umum terdapat 4 (empat) tingkat pembelajaran: (1) orang yang belum menyadari ketidakmampuan teknis yang perlu dikuasainya; (2) orang yang tahu ketidakmampuan teknis yang perlu dikuasainya; (3) orang yang tahu dirinya telah menguasai kemampuan teknis yang perlu dikuasainya; dan (4) orang yang tidak lagi menyadari penguasaan kemampuan teknisnya –tingkat ahli. Seorang pemimpin besar menginspirasi, sehingga dengan cara bijak bisa menyadarkan orang tentang tingkat pembelajaran dan penguasaan teknisnya. Lalu memberi peluang yang layak bagi orang di sekitar dan bawahan-bawahannya untuk mengahlikan dirinya sendiri.Apakah menjadikan diri dan orang di sekitar atau bawahan sebagai ahli merupakan hal yang menyulitkan? Tidak! Jika pemimpin sadar kebutuhan bahwa semua orang harus mengahlikan dirinya, karena akan sangat mengutungkan bisnis nantinya, maka si pemimpin akan mengusahakan ruang dan saluran-saluran belajar. Rumus untuk mengahlikan diri sangat sederhana:V x 60” (P T) x 21 days 6 (10”)Tetapkan ‘kata kerja’ (Verbs) yang paling relevan untuk suatu penguasaan teknis, lakukan 60 menit setiap harinya, di tempat (Place) dan waktu (Time) yang sama, paksakan selama 21 hari berturut-turut tanpa terputus. Dan tambahkan waktu latihan singkat serabutan di sepanjang hari 6 kali 10 menit.ENVIRONMENTCheck-up keenam seorang pemimpin adalah kemampuannya menciptakan lingkungan yang kondusif yang akhirnya produktif.Secara sederhana sering dikemukakan bahwa kebesaran serta kekerdilan orang bisa dilihat dari apa yang dibicarakannya. Orang kerdil membicarakan orang. Orang rata-rata membicarakan kejadian. Orang besar membicarakan gagasan. Maka tugas pertama pemimpin besar adalah mampu menciptakan lingkungan yang sarat gagasan.Namun gagasan sebagai gagasan tidaklah tangible. Gagasan harus diorganisasi sehingga menjadi berbagai manfaat yang bernilai tambah praktis maupun komersial, dari yang berderajat sebagai informasi, solusi, bahkan produk ataupun jasa. Maka pemimpin besar juga terampil dalam mengelola kreativitas, brainstorming, mind-mapping, mediator maupun katalisator lalu lintas gagasan. Selanjutnya, efektivitas kepemimpinan juga bisa dilihat dari kecanggihannya membentuk tujuan-tujuan yang terencana secara baik, yakni yang bisa disederhanakan sebagai berikut: • Positive: Menggunakan kalimat yang menujukan gagasan dan kegiatan kepada arah/tujuan tertentu yang jelas. Kepemimpinan harus maju menghadap sesuatu, bukan menghindar dari tantangan dan hambatan-hambatan. • Own-part: Sedapat mungkin memikirkan untuk langsung dapat melakukan gagasan dan umpan baliknya dengan sumber daya yang ada.• Size: Bervisi besar namun bisa memecahnya dalam agenda dan pekerjaan-pekerjaan sederhana.• Specific: Detil dan jelas.• Evidence: Hasilnya bisa langsung dirasakan secara sensorik.• Resourceful: Mempergunakan sumber daya dan bantuan yang ada.• Ecology: Selalu berkesinambungan dalam koridor visi dan misi perusahaan secara keseluruhan.• Identity: Ada dalam jalur PRISM bisnis, proyek atau perusahaan.• Action: Rencana tindak lanjutnya jelas dan konkrit, serta mampu bukan saja sebagai penggagas namun terbukti sebagai pelaku di depan yang menginspirasi.PENUTUPMengembangkan kepemimpinan menjadi lebih baik, mengandaikan pemimpin melahirkan pemimpin lainnya. Kondisi demikian hanya bisa dicapai, jika kepemimpinan memiliki daya sebagai berikut: Melahirkan pribadi-pribadi baik dan berpikiran besar; Mampu memimpinkan produk utama kepemimpinannya, bisnis, proyek atau perusahaannya di dalam pasar dan persaingan yang sehat, sekaligus mencari peluang-peluang produk tunjangan; Melahirkan dan menjaga keyakinan serta nilai-nilai yang memberdayakan bagi dirinya, bawahan dan lingkungan sekitarnya; Perilakunya ‘SUCCES: Simple-Unpredictable-Concrete-Credible-Emotion-Story’; Menguasai kecakapan teknis dan mampu mengalihdayakan kemampuan teknisnya secara lebih merata kepada bawahan dan lingkungannya; dan Menciptakan lingkungan yang kondusif yang akhirnya produktif.Semoga uraian di atas dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi pribadi-pribadi GMT di mana saja berada.Selamat Natal & Tahun Baru 2012




